"aku"

akulah pelamun pemuja malam
pejalan ragu
lorong-lorong suram

membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari

akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli

akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu

akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan

akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...

Senin, 18 Februari 2013

"frost"


serentak kita akrabi batu-batu hitamnya yang angkuh
kelak dinding itu kaunamai sunyi
dan batu hitam itu sebagai malam
di manakah sebenar kaki kita pijakkan, kekasihku? katamu.
sementara kegamangan pada almanak tuhan membuat jantung kita berdebar lebih.
kukatakan sayang, kita akan berpijak di tempat kita berdiri
lalu kita setubuhi puisi, berselingkuh dengan jahanam sepi.
maka sebentar lagi kita tahu,
bukan candu yang kusuguhkan dalam cawan di hadapanmu,
hanya sajak yang telah kita kenali harumnya, seperti aroma kembang setaman yang telah kita akrabi baunya.
maka dengan kesadaran setengah, kita relakan kedua tangan
kita terbelenggu oleh pesonanya
maka di sinilah kita terdampar
di sebuah ranah yang asing namun seperti pernah kita kenal,
deja vu sebuah kamar sepimu begitu memar, sayang.
tetapi ingatlah tentang debar di dada kiri, dan juga mimpi

Rabu, 13 April 2011

'"SEBAIT SAJAK DARI EMAK,OLEH EMAK,DAN UNTUK EMAK"

'"SEBAIT SAJAK DARI EMAK,OLEH EMAK,DAN UNTUK EMAK"
(Ibu, bunda,mama atau apapunlah kalian memanggilnya).

emak pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi emak menangis ketika aku susah
emak tak bisa memejamkan mata bila adikku tak bisa tidur karena lapar
emak akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami
emaku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang ketabahan
emaku mengubah sayur murah jadi sedap
dengan kebajikan emak mengenalkanku kepada tuhan

i LOVE u EMAK!!! ('',) huaaaaaaaa T.T

"CINTA SEPOTONG KUKU"

" CINTA SEPOTONG KUKU"

Maafkan aku, Sayangku…..
Aku hanya mampu mencintaimu sepanjang kuku…

Aku hanya mencintaimu sepanjang kuku..
Ya Sayangku…sepanjang kuku..
Aku sadar…sepenuhnya sadar, kalau kuku bisa patah
Tapi Sayangku, suatu saat kuku akan tumbuh kembali bukan..??
Aku mungkin tak bisa semesra saat kita bercanda di rumput basah
Saat hujan pertama membasahi kita dengan cerita indah

Tapi dengar dulu, Sayangku..
Jangan marah dulu…
Jangan marah dulu…

Aku hanya ingin menyayangimu dengan bersahaja bukan membabi buta
Maka aku menyayangimu hanya sepanjang kuku

Dan jika aku mulai membabi buta,
aku akan berusaha untuk mengurangi sayangku padamu, Sayangku…

Maafkan aku, Sayangku…..
Aku hanya mampu menyayangimu sepanjang kuku…
Karena aku..
hanya ingin mencintaimu dengan bersahaja bukan membabi buta

Senin, 28 Februari 2011

""Turn your lights down low"" (bob marley)

Turn your lights down low
And pull your window curtains;
Oh, let Jah moon come shining in -
Into our life again,
Sayin': ooh, it's been a long, long (long, long, long, long) time;
I kept this message for you, girl,
But it seems I was never on time;
Still I wanna get through to you, girlie,
On time - on time.
I want to give you some love (good, good lovin');
I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin').
Oh, I - oh, I - oh, I,
Say, I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin'):
Turn your lights down low;
Never try to resist, oh no!
Oh, let my love come tumbling in -
Into our life again,
Sayin': ooh, I love ya!
And I want you to know right now,
I love ya!
And I want you to know right now,
'Cause I - that I -
I want to give you some love, oh-ooh!
I want to give you some good, good lovin';
Oh, I - I want to give you some love;
Sayin': I want to give you some good, good lovin':
Turn your lights down low, wo-oh!
Never - never try to resist, oh no!
Ooh, let my love - ooh, let my love come tumbling in -
Into our life again.
Oh, I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin').

(kita semua memang berbeda,saling menghormatilah yang dapat menciptakan indahnya harmony dan oleh karena itulah tuhan menciptakan cin(T)a, agar kita semua yang berbeda dapat bersama)

Minggu, 12 Desember 2010

"DuseA"

"DUSEA"
kutulis sajak ini saat purnama bulan jingga setelah perjalanan sekian lama,
memetakan garis-garis usia dalam kisah-kisah, dalam tawa, dalam air mata
seperti soneta yang tak usai, selalu berakhir dengan koma atau tanda tanya.

kutulis sajak ini saat purnama bulan jingga setelah lelah merajam dan mata setengah pejam oleh galau tak terkata,
oleh sesak dada oleh panas di pelupuk mata, inikah dendam atau hanya sepotong drama?

tiba-tiba
rasa asing ini mengetuk pintu seperti pilu, menyiangi seluruh senyum
menjadi seringai, tangisan tak jadiseperti rasa masygul yang aneh
membangunkanku dari mimpi gelisah
ada ruang kosong menjelma seperti bayangan tetapi hidup,
katamu,perjalanan adalah keberanian menentukan langkah kedua setelah pijakan dibuat.
setelah pijakan dibuat...
seperti camar laut, tak pernah mengeluh bila salju menyelimuti negeri utara.
rela terbang jauh, meski sayap bisa patah demi matahari di negeri laut
meski kau tahu hakikat perjalanan adalah mengerti makna pulang

kutulis sajak ini saat purnama bulan jingga
bukan, bukan untuk mengantar kepergian
bukan pula sebungkus bekal pengembaraan
karena jejak-jejak telah kau tandai agar kau tahu jalan kembali

kutulis
sajak ini saat purnama bulan jingga bukan, bukan untuk sebuah ucapan
selamat jalan karena kutahu itu akan terdengar menyedihkan,sedangkan
sebuah perjalanan,selalu layak untuk dirayakan
perayaan yang sama saat suatu ketika kau buka album kenangan lama dan kaurasakan udara,
serupa saat ini maka kau akan sadari perpisahan tak pernah sungguh terjadi

kutulis
sajak ini saat purnama bulan jingga dengan keriangan yang sama:tawa dan
air mata akan selalu adaagar kebahagiaan memperoleh maknanya dan
kepedihan hanyalah penegas arti

kutulis sajak ini dalam purnama bulan jingga inilah pestaku, pesta kita yang sesungguhnya karena sering kita terlupa
hidup
sesungguhnya seluas hati kita,namun kita lebih suka mengurungnya dalam
penjara,maka lepaslah seperti camar mencari matahari,seperti embun pagi
yang tak hendak terpenjara malam,seperti saat kau tinggalkan mimpi
dalam catatan harian agar kau lebih mengerti arti pulang,
dan setiap kali kaulihat kilasan setiap kenang kau akan tahu, kau tak akan pernah sesat jalan

kutulis sajak ini saat purnama bulan jingga
meski sesekali ada sesak di tenggorokan
atau debar nadi, getar jemari tetapi selarik senyuman selalu berhasil
mengakhiri setiap lagu sedih

kutulis sajak ini
saat purnama bulan jingga
"DUSEA"

Rabu, 01 Desember 2010

'SUNSET KILLING ME INSIDE"

aku
telah selesai berjalan dan jarum jam terus berputar.
Aku tak tahu apa yang harus aku tulis lagi bagimu hari ini.
Jalan kita semakin sempit
dan sepertinya kantuk telah menggapaiku.

Debar
kita tak pernah menyepi dan sajak-sajak yang lahir dari debar-debar
rinduku, kuingin kaubaca dengan bergetar.

Jiwailah! Di sini,
aku pun sedang berusaha merasuki debar-debar rindu hatimu.
Kauinginkan
langit kita senja agar kemerahan lembayung yang dilambaikan matahari
dari ufuk barat kaumaknai sebagai sajak baru untukmu.
Tapi
mimpimu datang terlalu cepat dan senja-senja terlalu lekas menghilang
sehingga sajak-sajak baru bagimu hanyalah setitik kelam dan gelap yang
dikirimkan oleh angin dan sepi malam.

Kelam dan gelap yang amat
menggembirakan, oh kekasih! Kutahu rembulan akan membantu.
Tak
ada lagi raung akibat gaung hentak kakiku di jalan itu, jalan yang
menuju padamu. Namun kauinginkan aku terus berjalan dan mendapatimu
seolah-olah kau tak lagi berdaya di ujung sana.
Padahal mungkin
sekarang kau sedang berjingkrak atau mungkin menari dan juga bernyanyi
sambil menerjemahkan sajak-sajak yang kukirimkan bagimu.

Aku tahu, kau
tak pernah kesepian.Sepi tak akan bisa berbicara kepadamu sebab
engkau tahu cara membunuh sepi.
Maka datanglah kemari! Perlihatkanlah
jingkrak dan tarianmu pada orang-orang yang menertawakan keadaanku.
Angin saja tak akan cukup membawa rindumu. Rindumu terlalu berat, mahal dan indah untuk dibawa angin.
Dekapan
angin yang kuat selalu kuharapkan agar rindumu kuterima dengan utuh
dalam peluk ingatan dan hatiku.

aku sangat senang bila memandang kupu-kupu. Aku yakin bahwa
kupu-kupu yang beterbangan, lahir dari ceceran rindumu di atas
kelopak-kelopak bunga.
Sisa-sisa rindumu saja sudah cukup kuterima bila
indah sayap-sayapnya mengirimkan aku harum bunga dan wangi kelopak
tubuhmu.
Sisa-sisa rindu yang kuterima, walaupun separuh, namun
sanggup menjalari tubuhku, terasa manis di lidah, kemudian aku
tersengat aliran-aliran rindu yang dibawa kupu-kupu.Harum
pantai, tarian bakau dan santigi dan suara debur ombak pantai tempat
terakhir kali kita bertemu masih segar dalam ingatanku.

Rambutmu
yang terurai, tawamu yang berderai, bening matamu yang menerawang jauh
ke tepian horison, dan segala hal tentang dirimu terus kurasakan dengan
segenap inderaku.
Bahagiamu adalah lengkung senyum yang tak akan pernah
luntur dari bibirku.
Derai-derai tawamu adalah suara-suara muara
yang bersidekap dengan lautan kegembiraanku.

Pengertianmu kepadaku
adalah kerelaan hulu mengalirkan air bagi muara.Kau dan aku
ibarat air yang tak bisa dipisahkan.
Bila matahari datang dan membakar
kita, aku akan menguap dan kau pun begitu adanya.
Kita menguap lalu
kembali menjadi air.Ketika udara dan awan mengembun, kita
menjelma hujan dan embun yang mengaliri sungai-sungai, menyegarkan
tetumbuhan dan segala makhluk serta mengisi danau, rawa-rawa dan lauta

Kini
aku teringat padamu. Aku tahu, sebelum aku berkata, aku teringat
padamu, kau telah lebih dahulu mengetahuinya.
Bahkan sebelum aku
memikirkannya -saat masih melayang-layang dan belum berada dalam
benakku- atau sebelum pikiranku sampai padamu, kau telah mengetahuinya.Kau
telah mengetahui, bahwa kata-kata itu, bahwa pikiran dan angan-angan
itu akan sampai kepadamu.

Aku tak tahu kekuatan apa yang ada di dalam
diri kita sehingga mampu membuat kita melampaui batas-batas yang telah
diciptakan oleh alam dan orang-orang.Tapi aku tahu bahwa kini
aku teringat padamu, dan karena aku teringat padamu ditempat ini,di pantai ini,dengan sunset yang sama....aku ingat
pertemuan terakhir kita sebagai kekasih...

kuta 9 feb 2010

Minggu, 28 November 2010

"KETIKA TUHAN MENYAPAMU"

ketika TUHAN sedang menyapamu,dia akan menghadirkan semua pilu...dia akan menunjukan bahwa dirimu adalah semu...abu-abu seperti debu..semua harapan impianmu akan diuji seiring besar ambisi ,keinginan dan kesombonganmu...

ketika TUHAN sedang  menyapamu...
dia akan mengambil apa yang dia mau di dalam dirimu...
agar kita menngerti bahwa hidup bukan hanya untuk menunggu mati.

ketika TUHAN sedang menyapamu..
dia akan membuatmu benar2 membencinya,menjauhinya,mengumpat'inya.
tapi semua itu hanya kan menunjukan betapa dangkal dan kosongnya dirimu

ketika TUHAN sedang menyapamu...
dia aka mengembalikan semua hal buruk yang pernah kau berikan kepada orang lain...dan kepadanya...
mesti kadang dirimu tak pernah sadar bahwa semua yang terjadi dalam hidupmu adalah refleksi dari perbuatanmu sendiri dan kau tetap terus menyalahkanya

ketika TUHAN sedang menyapamu..
alangkah lebih indah jika kita juga menyapanya...
memaknai semua tentang keTUHANanya dan ke ESA anya

TUHAN bukanlah barang rongsokan yang seenaknya kau simpan di dalam gudang
dan selalu kau sambangi saat kalbumu sedang menyentuh pusat dukamu

karena ini semua bukan hanya semata-mata urusan perut dan selangkangan
tapi ini semua tentang sebuah makna kehidupan..

dedikasi untuk sahabatku

Luvietha Valentina
sanur 29 november 2010