Turn your lights down low
And pull your window curtains;
Oh, let Jah moon come shining in -
Into our life again,
Sayin': ooh, it's been a long, long (long, long, long, long) time;
I kept this message for you, girl,
But it seems I was never on time;
Still I wanna get through to you, girlie,
On time - on time.
I want to give you some love (good, good lovin');
I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin').
Oh, I - oh, I - oh, I,
Say, I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin'):
Turn your lights down low;
Never try to resist, oh no!
Oh, let my love come tumbling in -
Into our life again,
Sayin': ooh, I love ya!
And I want you to know right now,
I love ya!
And I want you to know right now,
'Cause I - that I -
I want to give you some love, oh-ooh!
I want to give you some good, good lovin';
Oh, I - I want to give you some love;
Sayin': I want to give you some good, good lovin':
Turn your lights down low, wo-oh!
Never - never try to resist, oh no!
Ooh, let my love - ooh, let my love come tumbling in -
Into our life again.
Oh, I want to give you some good, good lovin' (good, good lovin').
(kita semua memang berbeda,saling menghormatilah yang dapat menciptakan indahnya harmony dan oleh karena itulah tuhan menciptakan cin(T)a, agar kita semua yang berbeda dapat bersama)
Bukan karena penakut atau rapuh. Ia hanya ingin menciptakan harapan dan impian dalam hidupnya sendiri. Hanya ingin melihat satu matahari saja dalam hatinya. Hanya itu. Bukan karena ingin melarikan diri atau sembunyi. Ia hanya berharap memiliki tempat rahasia , tempat ia menyimpan semua kenangan, hasrat, dan ambisinya. Hanya untuknya sendiri.
"aku"
akulah pelamun pemuja malam
pejalan ragu
lorong-lorong suram
membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari
akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli
akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu
akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan
akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...
pejalan ragu
lorong-lorong suram
membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari
akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli
akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu
akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan
akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...
Senin, 28 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar