"aku"

akulah pelamun pemuja malam
pejalan ragu
lorong-lorong suram

membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari

akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli

akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu

akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan

akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...

Minggu, 28 November 2010

"KETIKA TUHAN MENYAPAMU"

ketika TUHAN sedang menyapamu,dia akan menghadirkan semua pilu...dia akan menunjukan bahwa dirimu adalah semu...abu-abu seperti debu..semua harapan impianmu akan diuji seiring besar ambisi ,keinginan dan kesombonganmu...

ketika TUHAN sedang  menyapamu...
dia akan mengambil apa yang dia mau di dalam dirimu...
agar kita menngerti bahwa hidup bukan hanya untuk menunggu mati.

ketika TUHAN sedang menyapamu..
dia akan membuatmu benar2 membencinya,menjauhinya,mengumpat'inya.
tapi semua itu hanya kan menunjukan betapa dangkal dan kosongnya dirimu

ketika TUHAN sedang menyapamu...
dia aka mengembalikan semua hal buruk yang pernah kau berikan kepada orang lain...dan kepadanya...
mesti kadang dirimu tak pernah sadar bahwa semua yang terjadi dalam hidupmu adalah refleksi dari perbuatanmu sendiri dan kau tetap terus menyalahkanya

ketika TUHAN sedang menyapamu..
alangkah lebih indah jika kita juga menyapanya...
memaknai semua tentang keTUHANanya dan ke ESA anya

TUHAN bukanlah barang rongsokan yang seenaknya kau simpan di dalam gudang
dan selalu kau sambangi saat kalbumu sedang menyentuh pusat dukamu

karena ini semua bukan hanya semata-mata urusan perut dan selangkangan
tapi ini semua tentang sebuah makna kehidupan..

dedikasi untuk sahabatku

Luvietha Valentina
sanur 29 november 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar