"aku"

akulah pelamun pemuja malam
pejalan ragu
lorong-lorong suram

membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari

akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli

akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu

akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan

akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...

Rabu, 13 April 2011

"CINTA SEPOTONG KUKU"

" CINTA SEPOTONG KUKU"

Maafkan aku, Sayangku…..
Aku hanya mampu mencintaimu sepanjang kuku…

Aku hanya mencintaimu sepanjang kuku..
Ya Sayangku…sepanjang kuku..
Aku sadar…sepenuhnya sadar, kalau kuku bisa patah
Tapi Sayangku, suatu saat kuku akan tumbuh kembali bukan..??
Aku mungkin tak bisa semesra saat kita bercanda di rumput basah
Saat hujan pertama membasahi kita dengan cerita indah

Tapi dengar dulu, Sayangku..
Jangan marah dulu…
Jangan marah dulu…

Aku hanya ingin menyayangimu dengan bersahaja bukan membabi buta
Maka aku menyayangimu hanya sepanjang kuku

Dan jika aku mulai membabi buta,
aku akan berusaha untuk mengurangi sayangku padamu, Sayangku…

Maafkan aku, Sayangku…..
Aku hanya mampu menyayangimu sepanjang kuku…
Karena aku..
hanya ingin mencintaimu dengan bersahaja bukan membabi buta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar