"aku"

akulah pelamun pemuja malam
pejalan ragu
lorong-lorong suram

membilang kota demi kota
seperti angsa laut mencari matahari

akulah kabut yang menyelimuti laut
saat bintang-bintang ramai berceloteh
dan menara suar memandang iri
namun aku berdiam tuli

akulah halimun gunung
setia menggumuli pucuk-pucuk pinus
tanpa banyak kata, nyaris bisu
saksi syahwat lumut atas batu

akulah majnun yang ganar
meracau kata-kata yang kusebut sajak
serupa lengas di akar rerumputan
yang lesap saat pagi dilahirkan

akulah pecundang
yang mencoba tetap berhati besar itu...

Sabtu, 27 November 2010

''SEBUAH CERITA DI NEGERI DEWATA"

Inilah negeri tanah tanpa caci maki,
Yang mengingatkan aku pada kakek tua di pinggir trotoar,

Matanya serupa gerbang yang selalu memanggilku,
Untuk menelusuri tiap labirin kotanya,

Saat jam tugu berdetak pukul dua belas malam di pulau dewata,
Lihatlah ke ruang paling ujung di antara gedung tua,

Kau pasti akan menemukan arca sang dewa,
Yang sangat gagah,

segagah purnama di mata,seindah saat sunset pantai kuta,

Tapi…
Jangan sampai jejakmu tertinggal di sana,
Karena ia akan memanggilmu kembali,

Untuk menggali waktu dan mengubur romansa,
Yang pernah kau bawa

kuta...26-08-2006

Tidak ada komentar:

Posting Komentar